Resep Rawon Daging Sapi, Bumbu Kluwaknya Membuat Mabuk Kepayang

 

    Bayangkan sebuah mangkok putih dengan logo ayam jago. Di dalamnya berisikan potongan-potongan daging sapi yang tebal kecoklatan dan terlihat amat empuk, ditemani tauge pendek yang putih segar, dan disiram kuah harum berwarna coklat kehitaman. Di samping mangkok itu ada sepiring nasi putih dengan taburan bawang merah goreng, telur asin Brebes, serta kerupuk udang. Tak lupa sambel terasi dengan seiris kecil jeruk limau di sisinya. Hmmm…nikmat mana yang kau dustakan?


    Masakan apa yang terbayang setelah membaca ilustrasi tersebut? Ya, rawon. Rawon atau ‘blacksoup” demikian nama internasionalnya. Hidangan khas Jawa Timur yang melegenda. Jika warna gudeg bisa kecoklatan karena direbus dengan daun jati, yang mewarnai rawon adalah bumbu khususnya.  Warna kuahnya yang khas yaitu hitam kecoklatan, disebabkan oleh bumbu yang wajib ada pada rawon, yaitu kluwak. Memang kini banyak bumbu rawon instant, tetapi penambahan kluwak segar yang asli akan membuat kuah rawon lebih gurih dan berasa “rawon”.


                                               Rawon daging sapi komplit dengan pelengkapnya
                                                    Sumber gambar : Instagram @steviafadhila

Baca juga : Yuk, Masak Timlo, Kuliner Khas Solo yang Legendaris

Kluwak sendiri asal muasalnya adalah tanaman yang subur di daerah Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Oleh karena itu ada yang menyebutnya sebagai buah Kepahiang. Mengkonsumsi buah ini melebihi batas kewajaran dan dalam kondisi mentah,  bisa menyebabkan pusing atau mabuk karena bijinya mengandung asam sianida yang tinggi. Dari sinilah awal mula istilah “mabuk kepahiang” menjadi ‘mabuk kepayang’. Orang yang jatuh cinta dikenal dengan mabuk kepayang karena memang kadang kelakuannya memusingkan, bukan?


Sumber : pixabay.com/wonderfulBali


Kembali ke rawon yang membuat mabuk kepayang saking enaknya. Proses memasak rawon sebenarnya tidak begitu sulit. Ada teknik tersendiri yang membuat rawon menjadi lezat. Selain bumbu-bumbu yang pas, daging rawon pun menjadi kunci.


Daging yang ideal untuk rawon adalah yang mengandung sedikit lemak. Walaupun saat ini mulai marak rawon kikil atau buntut sapi. Untuk perebusan yang hemat waktu dan energi, gunakan teknik 5-30-7. Rebus daging yang telah dicuci bersih selama 5 menit kemudian diamkan sekitar 30 menit kemudian rebus lagi selama 7 menit.

Baca juga : Ide Jualan Selat Solo, Hidangan Sepinggan yang Bersejarah

Saya mendapatkan resep rawon dari ibu saya. Resepnya jadul banget dan dikirim via WhatsApp berupa foto tulisan tangan beliau. Berikut foto tulisan resep tersebut :


                                                      Sumber gambar : koleksi pribadi


 

Terbaca?

Baiklah, saya terjemahkan disini :

Bahan :

500 gram daging sapi, rebus, potong-potong sesuai selera

4 butir kluwak besar atau 5 butir jika ukuran kecil

Bumbu :

3 lembar daun salam

1 jempol jahe, dikeprek

1 jempol lengkuas, dikeprek

1 batang serai, dikeprek

3 lembar daun jeruk, diambil tulangnya

½ sendok the jinten, disangrai dan dihaluskan (bisa diganti jintan bubuk)

4 butir kemiri disangrai

Bumbu dihaluskan :

Kluwak beserta air rendaman

5 bawang merah, 4 bawang putih

1 cabe merah besar buang isinya

Bumbu bubuk

¼ sendok teh lada bubuk

½ sendok teh ketumbar bubuk

½ sendok teh kunyit bubuk

Gula, garam, penyedap rasa secukupnya

3 biji asam jawa (diambil airnya)

 

 

Cara membuat :

Rebus daging sampai empuk, sisakan kaldunya ¼ liter atau 5 gelas. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun salam, lengkuas, jahe, serai, daun jeruk, aduk-aduk hingga harum.

Masukkan daging dan tumis hingga daging berubah warna menjadi coklat.

Masukkan tumisan daging beserta bumbu ke air rebusan daging yang telah dididihkan.

Masukkan bumbu bubuk (lada, ketumbar, kunyit, gula, garam, penyedap) dan air asam jawa. Koreksi rasanya. Biarkan mendidih dengan api kecil hingga bumbu meresap, kemudian matikan api.

Penyajian :

Rawon akan lebih komplit bila dinikmati dengan telur asin dan kerupuk udang

Pelengkapnya tauge pendek mentah, sambel terasi, jeruk limau.

 

Nah, cukup sederhana kan proses pembuatannya? Walaupun simple tetapi rasa yang dihasilkan sangat kaya karena mengandung aneka ragam rempah-rempah. Cobain, yuk!

 

Keep healthy, wealthy and happy!

 

 

Yogyakarta, 09 Februari 2022

12 komentar on "Resep Rawon Daging Sapi, Bumbu Kluwaknya Membuat Mabuk Kepayang"
  1. Awal dulu dikenalkan dengan menu rawon saya agak kaget, ini soto kok warnane 'lethek' item hehe
    Tapii setelah itu jadi jatuh cinta mabuk kepayang dengan si blacksoup ini. Belum pernah sih mbak saya masak rawon sendiri. Ternyataa bumbunya banyak juga ya.
    Rasanya melankolis gimana gitu lihat tulisan resep dari ibuknya mbak novi. Rasanya pasti begitu klasik. Selamat memasak rawon ,mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasihh mbak Dewi...iya bumbunya mayan komplit. klo mau praktis tinggal beli bumbu jadi, enak juga kok

      Hapus
  2. Wah ini salah satu makanan kesukaan juga mbak. Kalau di daerah Kudus namanya nasi pindang, hehehe. Gak tahu kok bisa dikasih nama pindang, padahal isinya daging ya. Kalau di tempatku tambahan sayurnya daun melinjonya bukan taoge. Ternyata beda kota beda juga cara penyajiannya ya, tetapi bumbunya sama sih kayaknya, pakai kluwak juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ooh dikasih daun so ya mbak..biar seger palingan. Klo Ibuku suka ditambahi irisan kentang. alesannya supaya lebih ekonomis hahhha

      Hapus
  3. Di Semarang, nasi rawon juga jadi kuliner favorit loh, Mbak. Duh, jadi pengen makan rawon, nih. Btw, saya jadi tau asal kata mabuk kepayang dari kata Kepahiang. Wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak Ayu dari semarang ya...salam kenal mbak. Di semarang pastine juga banyak resto yg menyajikan rawon. Iyes mbak, mabuk kepayang karena buah kepahiyang hehheh

      Hapus
  4. Rawon jadi salah satu makanan kesukaan di keluarga. Biasanya kalau di Surabaya atau Madiun, ditambah labu siam juga. Mantaap, alhamdulillah. Hehe

    Saya baru tau kalau kluwek dari Bengkulu nih. Makasih infonya Mbak. Jadi pingin rawon deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. mantap mbak, selain labu siam bisa juga pakai kentang

      Hapus
  5. Rawon tuh salah satu menu kesukaanku loh mba. Tapi sayangnya aku cuma suka maemnya doang ga suka masaknya wkwkwk payah ya. Kalo ke Jatim pasti selalu nyari menu ini. Nah sekarang dapet contekan resep ini auto save deh. Makasih ya mbaa. Laff it!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayok mbak Betty kan suka masak memasak....

      Hapus
  6. Saya amati bumbu-bumbunya ini kok mirip dengan konro makanan khas Makassar yah. Oh yah yg membedakan adalah jintan dan kemiri. Kalau konro itu tidak.pakai jintan dan kemiri. Oh yah, saya juga suka masakan rawon,lezat dengan aroma bumbu yang nikmat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sop konro yang bahannya daging dan ditambah pakai kacang merah ya Bu? wah saya malah belum pernah nyobain...

      Hapus

Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9