Serunya Wisata Sejarah di Goa Selarong

 

Hari itu, 21 Juli 1825, Residen Chevallier dan pasukannya mengalami kekecewaan yang berat. Niat semula mengepung rumah besar di Tegalrejo, Yogyakarta, adalah untuk menangkap Pangerang Diponegoro. Namun ternyata yang dimaksud sudah raib entah kemana. Lolos menghilang bersama pengikut-pengikutnya. 


Pengepungan yang diikuti pembakaran kediaman Pangeran Diponegoro ini seolah menjadi titik awal bersatunya para pembesar keraton, anak cucu Sultan Hamengkubowono I,II, III bersama para pengikut Pangeran Diponegoro lainnya, menyusul ke tempat persembunyian sang Pangeran di Dusun Kembangputihan, Pajangan, Bantul. Tempat ini lah yang menjadi pusat gerilya Diponegoro. Berjarak sekitar 30 km dari pusat kota. Tempat yang strategis di kaki perbukitan berkapur,  memiliki goa yang dikenal dengan sebutan Goa Selarong.


Jejak kehidupan sang Pangeran masih tertinggal di Selarong. Saat kita memandang patung beliau berkuda dengan gagahnya, terpampang di pintu masuk area wisata,  seolah diri terbawa ke masa lalu, saat Selarong masih dipenuhi laskar Diponegoro.     

patung Pangeran Diponegoro menyambut kedatangan kami di area Selarong
(foto : IG @novianticahaya)

Gua Kakung, ditutup pagar untuk menjaga keawetan dan keaslian bangunan gua
(foto : GudegNet.com)


Untuk menuju goa, pengunjung harus menaiki tangga yang lumayan tinggi. Ada beberapa gazebo serta arena permainan untuk anak-anak di kanan kiri tangga. Di sekitar puluhan anak tangga yang bisa membuat terengah-engah tadi , banyak terdapat penjual jambu biji. Jambu biji berwarna merah ini adalah buah khas daerah Selarong. Rasanya kurang puas jika ke Selarong tanpa membawa pulang oleh-oleh jambu biji. Selain jambu, terdapat pula buah-buahan lainnya seperti pisang dan salak. Jika mencari souvenir, ada sanggar Diponegoro yang terletak di dekat gapura.

Beli jambu buat oleh-oleh (foto : IG @novianticahaya)


Secara umum dikatakan area wisata ini cukup curam, banyaktanjakan, karena memang goa ini ada di perbukitan kapur. Goa nya tidak besar, sebagai tempat meditasi dan bersembunyi dari kejaran pasukan Belanda. Seukuran 2 kali 3 meter dengan panjang kedalam sekitar 3 meter saja.

Siapkan energi untuk naik tangga menuju lokasi gua
(foto : IG @novianticahaya)

Uniknya, Sebagian masyarakat mempercayai bahwa walaupun Goa Selarong nampak kecil dari luar dan buntu, namun setiap kali Pangeran Diponegoro dan pengikutnya masuk ke sana, seolah tak nampak dari luar. Goa ini bagaikan menjadi pintu gaib tak kasatmata,  menjadi tempat persembunyian dari dunia luar.

Di area  goa Selarong sendiri terdapat 2 bagian goa lainnya yakni Goa Kakung dan Goa Putri. Goa kakung menjadi tempat beristirahat Pangeran Diponegoro, sedangkan Goa Putri diperuntukkan bagi Raden Ayu Ratnaningsih, istri beliau.


Selama persembunyian sang Pangeran dan pasukannya, sudah tiga kali pasukan Belanda menyerbu ke Selarong. Ketiga-tiganya nihil. Setiap Belanda datang menyerang, daerah itu kosong karena pasukan Diponegoro telah menghilang di goa-goa sekitar Selarong.


Beberapa meter dari goa terdapat air terjun kecil yang cukup deras airnya saat musim penghujan. Hati-hati jika membawa anak kecil ke air terjun ini, karena jalan menuju kesana cukup curam dan licin. Di sini terdapat dua buah sendang, yakni SendangManikmoyo dan Umbulmoyo. Air di sendang ini bersih, bening, menyenangkan untuk bermain air.



Masyarakat percaya, pada malam-malam tertentu di Selarong, akan terdengar bunyi-bunyian gamelan yang mistis. Ada suara namun tak ada wujudnya. Wallahualambissawab. Yang pasti dimana pun berkunjung, harus menjaga kesopanan dan menghargai alam sekitar.


Mengunjungi Goa Selarong sebaiknya berbekal pengetahuan sejarah dan bekal air minum. Yang pertama karena jika yang diharapkan adalah tempat wisata yang instagramable, hanya indah secara visual, maka bersiaplah untuk kecewa. Namun jika ingin napaktilas perjuangan Pangeran Diponegoro, sekaligus mencari tempat yang sunyi, damai, religius dan bersejarah, sambil mendengarkan suara alam, di sinilah tempatnya.

Sendang di area Gua Selarong
(foto : IG @novianticahaya)


Menuju Selarong tidaklah sulit dan ada beberapa rute. Rute termudah melalui masjid Agung Bantul menuju arah Barat, kemudian lanjut ke jalanSelarong. Wisata di Goa Selarong bisa berlanjut dengan travelling ke Desa Wisata Kalakijo yang juga terletak di Guwosari. Di Kalakijo bisa disaksikan seni gejog lesung dan sentra emping melinjo. Dan jangan lupakan Ingkung Kuali yakni rumah makan pelopor hidangan ayam ingkung yang legendaris.

Teman-teman, ada yang punya info tentang tempat wisata bersejarah? Dengan senang hati mari kita berbagi cerita  di kolom komentar ya... 

Terimakasih


Baca juga : Menikmati Lezatnya Ayam Ingkung di Waoreng Pohon Yogya

9 komentar on "Serunya Wisata Sejarah di Goa Selarong"
  1. Saya suka pemandangannya. Terlihat sejuk, asri, sekaligus menenangkan. Suara gemericik air yang bikin suasana syahdu. Duh, kapan Corona pergi? Pingin ke sana juga...

    BalasHapus
  2. Berwisata sejarah menyenangkan ya mbak, bisa mengajarkan banyak hal pada anak. Tak ketinggalan menikmati air terjunnya, adem kayaknya.

    BalasHapus
  3. Tempat bersejarah di Indonesia itu banyak yang menarik untuk dikunjungi. Saya termasuk yang senang berkunjung ke tempat bersejarah seperti Goa Selarong. Bisa menikmati keindahan alam di sana sekaligus belajar sejarah yang pernah ada di tempat itu.

    BalasHapus
  4. Sering denger nama Gua Selarong, tapi engga ngeh kalau ternyata ada jejak peristiwa sejarah ya di sana. Aku pun suka wisata sejarah kayak gitu.
    Di Bandung sini juga banyak lho peninggalan sejarah, terutama sih bangunan-bangunan pelestarian gitu, peninggalan Belanda.

    BalasHapus
  5. Sendang di goa Selarong sepertinya seger banget ya mata melihatnya, udah kangen jalan-jalan aja nih. Btw, jalan-jalan seru sambil Napak tilas sejarah seru juga

    BalasHapus
  6. Itu tangganya kebayang kalau nanjak. Sanggup nggak ya aku? wkwkwkwk ... anakku juga seneng kalau diajak ke tempat bersejarah. suka lama lihat-lihatnya. Tapi belum pernah nih ngajak ke tempat sejarah nuansa alam seperti goa selarong.

    BalasHapus
  7. Aku pernah sekali ke Selarong mba. Jaman masi sekolah dulu wkwkwk udah laamaaaa ya ternyata. Sekarang belum ada kesempatan ke sana lg euy. Anak-anak juga udah ngajakin jalan-jalan lagi sebenernya. Cmn akunya masih belum ngerasa secure gitu. Semoga next kl ada kesempatan setelah pandemi bisa kelakon jalan ke sini.

    BalasHapus
  8. aku suka banget wisata sejarah seperti ini mba, tapi belum pernah ke Gua Selarong. tapi beneran ya bunyi2annya, aduh aku kok ikut deg degan bayanginnya hehe. Kudu rame-rame ya mba kalo kesana :)

    BalasHapus
  9. Berwisata sejarah di Selarong,seperti flashback dimana Pangeran Diponegoro dengan gagahnya berjuang dikala itu ya mba. Apalagi tempat bersejarah tersebut masih sangat terawat,tentu senang kalau di ajak ke Selarong.

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9