Pengalaman Perpanjangan SIM dengan SIMAMI

             


Kali ini saya ingin berbagi pengalaman perpanjangan Surat Ijin Mengemudi dengan layanan SIM keliling. SIM A dan SIM C suami kebetulan akan segera habis masa berlakunya. Jika sampai terlambat memperpanjang, wah,  biaya perpanjangannya sama seperti membuat SIM baru, kan...  Suami sudah mencoba mendatangi layanan SIM keliling di Jogja City Mall. Kami datang sekitar pukul 6.30 pagi. Ternyata walaupun jam layanan antara pukul 08.00 hingga 12.00, namun kuota sudah terpenuhi bahkan sejak pukul 06.00. Mungkin dikarenakan peminat cukup banyak. Bahkan ada yang sudah datang mengantri sejak pukul 05.00 pagi.


            Gagal di JCM kami kemudian mencoba layanan SIM keliling  malam hari atau yang dikenal dengan SIMAMI (SIM Keliling Malam Minggu) Biasanya bis layanan SIM ini parkir di Simpang Teteg Malioboro (di seberang rel, selatan stasiun Tugu) mulai pukul 19.00 malam dan khusus malam Minggu saja.  Karena sejak tanggal 02 November 2020 diberlakukan aturan kendaraan dilarang masuk area Malioboro maka kami parkir di taman parkir Abu Bakar Ali. Ternyata bis itu tidak ada. Layanan SIMLING malam telah berpindah tempat ke Sasono  Hinggil Dwi Abad Alun-alun Kidul. Maka meluncurlah kami ke sana.


            Bis layanan telah parkir di samping Sasono Hinggil Dwi Abad dan sudah terbentuk antrean yang tidak begitu panjang. Pertama-tama para pemohon melaksanakan tes Kesehatan. Biaya untuk tes Kesehatan sebesar 25 ribu  ribu rupiah.  Setelah tes Kesehatan, kami mengantri untuk tes psikologi. Biaya test psikologi untuk SIM C adalah 50 ribu rupiah. Karena suami mengajukan perpanjangan untuk SIM A dan SIM C maka dikenakan biaya 75 ribu rupiah. Ada sekitar 30 soal yang harus dijawab. Di antaranya apakah sering mengalami susah tidur, respon jika melihat kecelakaan di jalan raya, apa reaksi jika jalanan macet dan sebagainya.


            Inti dari tes psikologi ini adalah untuk mengetahui kondisi mental  pemohon saat berada di jalanan. Walaupun pengajuan SIM ini adalah perpanjangan, dalam artian pernah menjalani tes psikologi pada saat pembuatan SIM pertama kali. Namun tetap dilakukan tes psikologi karena emosi seseorang akan mengalami perubahan setelah lima tahun berselang. Hal ini juga dilakukan terutama karena penyebab kecelakaan di jalan adalah human error.


            Setelah tes psikologi selesai, pemohon harus melengkapi form berwarna biru yang berisikan data diri. Data yang diminta adalah nama, tempat tanggal lahir, alamat, alamat email, nomor telpon, pendidikan terakhir, dan kontak yang bisa dihubungi saat keadaan darurat.


            Tahap terakhir setelah meyerahkan form isian adalah menunggu giliran berfoto, diambil sidik jari dan tandatangan. Biayanya 155 ribu rupiah untuk SIM A dan C


            Oiya, sebaiknya sebelum sampai ke lokasi layanan SIMLING kita mempersiapkan dulu persyaratan-persyaratannya karena jika belum difotokopi misalnya, terpaksa harus keluar antrian dan tempat fotokopinya lumayan jauh. Berkas-berkas yang perlu disiapkan adalah sebagai berikut :
-          SIM lama asli dan fotokopi
-          E-KTP asli dan fotokopi
-          Uang untuk tes Kesehatan, tes psikologi, biaya pembuatan.


            Total waktu hingga SIM selesai adalah sekitar 2 jam. Cukup mudah dan biaya sesuai yang tertera. Namun sekali lagi, layanan SIM keliling malam hari hanya diadakan khusus di hari Sabtu malam alias malam Minggu. Bagi yang berlokasi di Bantul juga diadakan layanan SIM malam minggu di depan Polres Bantul. Untuk wilayah Pengajuan di hari dan jam kerja bisa dilakukan di antaranya di Jogja City Mall, Ramai Mall, di depan Puro Pakualaman atau Polres Patuk. Di Wilayah Bantul ada layanan SIMANTUL WANGI atau SIM Bantul Awan lan Bengi dan ada pula layanan SIMMADE (SIM Masuk Desa)


Layanan SIMAMI di Alun-alun Kidul cukup menyenangkan karena para pemohon  bisa mengusir jenuh mengantri dengan menikmati suasana malam Minggu yang meriah di Alun-alun Kidul. Bahkan suasana pandemi Covid pun tak terasa di sini. Banyak masyarakat yang membawa keluarganya bersantai lesehan di alun-alun. Selain aneka makanan yang dijajakan, juga banyak penjual mainan anak dan mobil kayuh berlampu yang menyemarakkan suasana


foto dan video : pribadi


14 komentar on "Pengalaman Perpanjangan SIM dengan SIMAMI "
  1. Hai Mbak Novi ternyata stay di Yogya ya. Matur nuwun sudah berbagi pengalaman perpanjangan SIM dengan SIMAMI. Mau saya teruskan ke adek-adek yang di Yogya, siapa tahu mereka membutuhkan informasi ini. Trims.

    BalasHapus
  2. Wah model perpanjangan sim sekarang lebih mudah dan bisa dilakukan di malam hari juga, makin bagus pelayanannya juga nih pastinya dengan 2 jam sudah selesai tidak memakan waktu yang cukup lama

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar mbak sangat membantu masyarakat yang hanya bisa meluangkan waktu di malam hari

      Hapus
  3. Keren yach itu. Mengurus SIM bisa sambil cuci mata melihat sekeliling. Ternyata ngurus SIM sendiri itu lumayan banyak tesnya yach mba. Yach tapi itu buat pengalaman kita. Jadi kita tahu prosedurnya seperti apa. Hehehe

    BalasHapus
  4. Keren yach itu. Mengurus SIM bisa sambil cuci mata melihat sekeliling. Ternyata ngurus SIM sendiri itu lumayan banyak tesnya yach mba. Yach tapi itu buat pengalaman kita. Jadi kita tahu prosedurnya seperti apa. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak tes nya tidak lama tapi antri foto dan tanda tangan yang cukup lama

      Hapus
  5. Ada SIMAMI ua mbak, perpanjangan sim malam hari di Jogja. Kalau di tempatku setiap kamisdi kecamatan. Cuma beberapa waktu lalu agak kecewa waktu perpanjangan SIM C, ternyata komputernya error jadi gak bisa buat cetak, alhirnya tetep datang ke Polres. Tetapi sekarang memang keren, lebih mudah kalau mau perpanjang sim gak perlu repot2 ke kantor pusat sudah ada layanan keliking yang mempermudah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah akhirnya tetap ke Polres juga ya, antri lagi.. Iya layanan SIMLING sangat membantu masyarakat

      Hapus
  6. Wah perpanjangan SIM ada tes psikologinya sekarang ya, Dulu saya cuma bawa persyaratan, bayar biaya, bayar asuransi dan tes kesehatan...Saya 2 tahun lalu sih di Gerai SAMSAT di mal. Kalau di Jakarta ada gerainya di mal. Ini enak malam minggu ada SIM keliling praktis bisa membantu yang ingin perpanjang SIM ya Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. perpanjangan SIM di malam hari juga cenderung lebih pendek antriannya dibanding siang mbak karena kuotanya pun lebih sedikit

      Hapus
  7. Wah ini semacam jemput bola bagi masyarakat untuk lebih sadar hukum ya. Diantaranya dengan membuat surat resmi, seperti SIM. Semoga makin banyak yang taat hukum, sehingga negara kita akan makin maju. Urusannya udah bagaimana membuat pengembangan bukan lagi menindak berbagai pelanggaran

    BalasHapus
  8. Ohh, saya baru tahu kalau perpanjangan SIM ada tes psikologinya juga. Terkahir perpanjangan itu tahun 2017 jadi agak lupa. 2022 nanti saya perpanjangan, tapi biasanya saya lebih suka ke kantor samsat karena tidak jauh dari rumah.

    BalasHapus
  9. Aku baru mau bikin SIM nih mbak, hihi doakan lancar yaa

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9