SELAMAT DATANG KE DUNIA, BABY TAMA

Usia saya sudah tidak muda lagi ketika hamil anak kedua,37 tahun. Cukup beresiko juga, tapi kata dokter, aman-aman saja. Saya ingat hari itu masih berangkat kerja seperti biasa, belum ambil cuti karena HPL nya masih sekitar 2 mingguan lagi. Pukul 10 pagi ketika ke kamar mandi, ternyata sudah ada bercak darah. Suami segera saya telpon untuk membawa ke Rumah Sakit. Tunggu punya tunggu dengan rasa mulas dan diberi suntikan pemacu, ternyata belum ada bukaan sama sekali. Akhirnya pada pukul 11 malam, diputuskan cesar lagi seperti kelahiran kakaknya. Tanggal 20 Juli 2012, Tama siap menyambut dunia…

Ternyata rentang kehamilan yang cukup lama (selisih 9 tahun) membuat kami agak-agak shock juga, rasanya seperti memiliki anak pertama kali. Serba kikuk, aneh. Biasanya saya bisa kemana-mana, kini harus terkurung di rumah bersama bayi. Tama lahir tepat di hari pertama puasa Ramadhan tahun 2012. Walhasil, saat lebaran suami dan Arya si Kakak, solat Ied berdua, kemudian berlebaran ke rumah mertua dan saudara-saudara. Sementara saya dan baby Tama di rumah berduaan, belum bisa kemana-mana karena umurnya belum ada sebulan.

Kembali bekerja setelah cuti melahirkan menjadi dilema sendiri. Bagaimana nanti menyusuinya, siapa yang menjaga Tama di rumah. Untung suami memiliki usaha sendiri jadi jam kerjanya lebih fleksibel dibanding saya yang kerja kantoran berirama nine to five. Tapi hidup tetap tidak sama lagi ketika kita memiliki bayi. Kehadiran Tama seolah merubah irama hidup kami yang selama ini terbiasa dengan satu anak yang sudah mandiri. Arya si Kakak jadi kesulitan les renang dan les musik lagi karena saya tidak bisa mengantar. Ayahnya tidak bisa ke tempat usahanya di siang hari karena tidak tega meninggalkan Tama hanya bersama pengasuh. Saya? Banyak sekali yang dulu biasa dan bisa saya lakukan kini terpaksa harus dilupakan sementara. Facial berlama-lama, belanja atau jalan dengan teman, wow lupakan! Sedangkan bisa tidur nyenyak saja adalah kemewahan buat saya.

Hmm…tapi semua perubahan ini bisa dicarikan solusi dan kami jalani dengan senang hati. Apalagi melihat semua tingkah polah Tama yang lucu, segala capek dan penat seolah lenyap. Saya rasa Tama adalah anak kecil yang penuh empati. Usianya belum setahun waktu itu, tapi tiap kali minta gendong, dia akan memegang pipi saya dengan kedua tangan mungilnya, "Ibu nggak marah Tama minta gendong?" Atau ketika saya cemberut dengan kenakalannya, Tama akan berkata, "maaf ya Buuk...sayang Ibuuk.."kemudian diciumi lah saya…Hufffff….meleleh hatiku.

Saat tulisan ini dibuat, Tama sudah berusia delapan tahun, kelas 2 SD. Sehat, lucu, cerdas dan sholeh. Masih tetap lembut hati dan penuh empati. Jika memiliki makanan, dia pasti menyimpan sebagian untuk kakaknya. Saat ini karena sedang sekolah daring akibat pandemi Covid-19, Tama jadi tahu kapan ibunya berangkat kerja. Dan anak ini selalu membuat momen ditinggal kerja nampak seperti momen berangkat haji. Minta salaman berkali-kali, penuh peluk cium dan muka sedih. MasyaAllah....

bayi perempuan kecil yang lucu memegang botol bayi PNG grafik ...


Be First to Post Comment !
Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9