Sukses Berjualan di Masa Pandemi Berkat Resep Masakan dari Yummy App

 

Sejak kecil saya dekat dengan dunia kuliner dan masak memasak, walaupun hanya sebagai pengamat. Di  usia SD kebiasaan saya adalah menggunting-gunting resep makanan  di majalah atau koran untuk dijadikan kliping. Sampai bertumpuk-tumpuk kliping yang saya buat dan hanya untuk dilihat gambarnya tanpa dipraktekkan. Entah kenapa memandang foto-foto makanan menimbulkan rasa senang dan sejahtera. Hmm mudahnya menjadi sejahtera…hehehe…


            Sebagai anak perempuan dari  ibu yang suka memasak, saya dan adik yang juga perempuan, wajib mengetahui hal-hal mendasar dalam dunia memasak. Misalnya aneka bumbu dasar, cara merebus sayuran yang benar, masak nasi pulen, hingga membuat roti versi sederhana. Walaupun Ibu seorang guru SMP, beliau juga berjualan makanan di koperasi sekolah. Mi goreng, nasi pecel, pecel mi, laris manis setiap harinya. Kebiasaan Ibu mirip dengan saya, setiap Kompas Minggu tiba, pertama kali yang ditanyakan adalah : apa resep masakan hari ini?


            Saat Ramadhan kesibukan makin bertambah karena Ibu menerima pesanan kue kering seperti nastar, putri salju, kue kacang, kacang berselimut, kue bawang, dan aneka makanan kering. Sehabis sahur kami bertiga sibuk membuat bulatan-bulatan nastar berisi selai nanas. Mengantuk memang, tapi rasanya menyenangkan apalagi mencium aroma kue-kue yang baru keluar dari panggangan…hmmm harumnya..


            Usaha makanan Ibu masih terus berjalan meskipun kedua putrinya telah berkeluarga. Adik saya bahkan sempat membuka usaha rumah makan. Namun karena kesibukan mengurus bayinya, rumah makan ini terpaksa ditutup. Hingga kini adik dan ibu menerima pesanan aneka kue dan rice bowl di rumah.


            Saya, si pengumpul resep ini, hanya memasak untuk rumah tangga saja. Walaupun suami dan anak-anak menyukai masakan saya tapi belum terbersit niat untuk berjualan. Selain tidak ada keberanian, waktu saya habis untuk bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta dan mengurus rumah. Namun kebiasaan mengumpulkan resep  terus saya lakukan.  


            Setiap pagi saya biasa memasak minimal 3 jenis masakan, yaitu untuk makan pagi, snack anak dan suami, serta menu makan siang karena saya baru pulang sore harinya. Kehabisan ide itu pasti. Mencari inspirasi resep adalah jalan ninja terbaik. Mengintip video memasak via YouTube dan melihat resep di sosial media sering saya lakukan. Apalagi anak-anak saya laki-laki dan doyan makan semua. Mereka sering meminta dibuatkan makanan, terutama makanan jajanan yang sedang menjadi tren. Jika memungkinkan dan mudah dibuat, akan saya turuti. Selain demi kesehatan pencernaan juga demi kesehatan kantong. Doyan jajan itu pemborosan, kan?


            Karena keahlian memasak saya terbatas maka saya berusaha mencari patokan resep masakan dari media, baik cetak maupun online. Menilik kliping resep saya jaman dulu yang terbendel tebal dan rapi, rasanya kok kurang praktis. Bukunya tebal bukan main. Selain itu resep-resepnya terasa sudah tidak up to date. Paling banyak saya meniru resep dari YouTube. Masalahnya, tidak semua channel masak memasak itu bisa berhasil bagus setelah dipraktekkan di dunia nyata. Entah takaran yang salah atau cara membuat yang terlewatkan, intinya tidak semua berhasil sesuai harapan. Situs resep-resep online pun demikian. Saking banyaknya, sampai bingung mana yang harus saya ikuti.


            Pencerahan datang ketika seorang teman memperkenalkan saya pada Yummy App. Langsung download,dong…

Aplikasi ini menyenangkan sekali. Fitur-fiturnya menarik, misalnya jika kita klik satu resep, akan muncul rating, lama waktu memasak, porsi dan biaya sekaligus. Jadi sangat membantu bagi kita dalam memilih resep. Berikut ini tampilan resep Masak Hemat 10K yaitu aneka hidangan yang dibuat dengan biaya 10 ribu saja.

Ada pula filter resep memasak berdasarkan bahan dan filter berdasarkan waktu. Memasak berdasar bahan memungkinkan pengguna memilih resep sesuai bahan mentah yang tersedia di kulkas. Filter waktu memudahkan memilih berapa lama waktu yang diinginkan untuk memasak. Fitur ini cocok sekali untuk generasi masakini yang sibuk. Bahkan ada pula filter porsi yang memungkinkan kita memilih seberapa banyak masakan yang akan dibuat. Wow, keren kan!

Bisa masak sesuai bahan yang ada di rumah :

Komplit, bisa dilihat lama waktu memasak, porsi, dan biaya suatu resep

Mau porsi untuk arisan RT atau porsi berdua yang romantis, bisa!


Pengambilan gambarnya sangat menarik, instruksinya jelas, mudah, dan tiap langkah disertai gambar yang colorful. Bagi pengoleksi resep dari kecil seperti saya, aplikasi Yummy App ini langsung membuat jatuh hati karena tampilannya sangat eye catching. Yang pasti, memasak menggunakan Yummy Apps hasilnya memuaskan.

Dibimbing langkah demi langkah lho..

Resep pertama yang saya praktekkan adalah nugget ayam campur sayur. Anak-anak suka dan saya semakin senang karena anak bisa mengkonsumsi sayur dalam lauk kesukaan. Selanjutnya saya semakin sering memasak menggunakan inspirasi resep dari Yummy App. 


        Desember 2019, berawal dari kegelisahan karena anak-anak sangat menyukai jajanan kebab frozen, saya tertantang untuk membuat sendiri makanan tersebut. Kegelisahan saya terutama disebabkan kuatir akan bahan pengawet, penyedap rasa dan campuran dalam daging kebab olahan. Saya menemukan resep yang pas di Yummy App. Bahan isian kebabnya dari fillet dada ayam segar berbumbu rempah, diperkaya dengan potongan keju cheddar yang gendut, saus mayones, dan saos tomat atau sambal. Ternyata anak-anak sangat menyukainya. Mereka bilang kebab saya lebih enak daripada kebab yang dijual di kedai kebab favorit. Wow, bangga dong! Dari sini terbersit ide dan nyali untuk mencoba berjualan kebab ayam beku.

Kebab ayam yang siap santap :

Langkah pertama tentu harus uji pasar. Saya kirimkan sampel ke beberapa rekan dan keluarga dekat. Responnya positif dan mereka juga sangat mendukung keinginan saya berjualan kebab beku. Berawal dari promosi mulut ke mulut, kemudian ke status WA, kini saya sudah menjual kebab ayam beku lewat Instagram, Facebook, Twitter, GoFood dan Grabfood. Alhamdulillah penjualan cukup menggembirakan. 

Kebab ayam beku siap kirim :

    Bermula dari kesukaan melihat resep, kemudian mencoba resep dari aplikasi yang tepat dan terpercaya, kini saya bisa memiliki usaha kuliner seperti yang telah dirintis Ibu di masa lalu. Saat ini saya masih terus mencoba berbagai resep makanan yang layak jual di aplikasi Yummy App. Anak bungsu saya yang masih kelas 2 SD bahkan ikut tertarik melihat-lihat aneka resep yang ditawarkan. Dia pula yang kerap memberi usulan ingin mencoba resep masakan ini-itu di Yummy App. Brulee Boom yang sedang viral nampaknya akan segera menyusul kebab ayam, masuk ke galeri produk makanan beku yang saya jual. Semoga lancar dan laris manis. Terima kasih Yummy App!

Foto : koleksi pribadi dan aplikasi Yummy App






 














Pengalaman Perpanjangan SIM dengan SIMAMI

             


Kali ini saya ingin berbagi pengalaman perpanjangan Surat Ijin Mengemudi dengan layanan SIM keliling. SIM A dan SIM C suami kebetulan akan segera habis masa berlakunya. Jika sampai terlambat memperpanjang, wah,  biaya perpanjangannya sama seperti membuat SIM baru, kan...  Suami sudah mencoba mendatangi layanan SIM keliling di Jogja City Mall. Kami datang sekitar pukul 6.30 pagi. Ternyata walaupun jam layanan antara pukul 08.00 hingga 12.00, namun kuota sudah terpenuhi bahkan sejak pukul 06.00. Mungkin dikarenakan peminat cukup banyak. Bahkan ada yang sudah datang mengantri sejak pukul 05.00 pagi.


            Gagal di JCM kami kemudian mencoba layanan SIM keliling  malam hari atau yang dikenal dengan SIMAMI (SIM Keliling Malam Minggu) Biasanya bis layanan SIM ini parkir di Simpang Teteg Malioboro (di seberang rel, selatan stasiun Tugu) mulai pukul 19.00 malam dan khusus malam Minggu saja.  Karena sejak tanggal 02 November 2020 diberlakukan aturan kendaraan dilarang masuk area Malioboro maka kami parkir di taman parkir Abu Bakar Ali. Ternyata bis itu tidak ada. Layanan SIMLING malam telah berpindah tempat ke Sasono  Hinggil Dwi Abad Alun-alun Kidul. Maka meluncurlah kami ke sana.


            Bis layanan telah parkir di samping Sasono Hinggil Dwi Abad dan sudah terbentuk antrean yang tidak begitu panjang. Pertama-tama para pemohon melaksanakan tes Kesehatan. Biaya untuk tes Kesehatan sebesar 25 ribu  ribu rupiah.  Setelah tes Kesehatan, kami mengantri untuk tes psikologi. Biaya test psikologi untuk SIM C adalah 50 ribu rupiah. Karena suami mengajukan perpanjangan untuk SIM A dan SIM C maka dikenakan biaya 75 ribu rupiah. Ada sekitar 30 soal yang harus dijawab. Di antaranya apakah sering mengalami susah tidur, respon jika melihat kecelakaan di jalan raya, apa reaksi jika jalanan macet dan sebagainya.


            Inti dari tes psikologi ini adalah untuk mengetahui kondisi mental  pemohon saat berada di jalanan. Walaupun pengajuan SIM ini adalah perpanjangan, dalam artian pernah menjalani tes psikologi pada saat pembuatan SIM pertama kali. Namun tetap dilakukan tes psikologi karena emosi seseorang akan mengalami perubahan setelah lima tahun berselang. Hal ini juga dilakukan terutama karena penyebab kecelakaan di jalan adalah human error.


            Setelah tes psikologi selesai, pemohon harus melengkapi form berwarna biru yang berisikan data diri. Data yang diminta adalah nama, tempat tanggal lahir, alamat, alamat email, nomor telpon, pendidikan terakhir, dan kontak yang bisa dihubungi saat keadaan darurat.


            Tahap terakhir setelah meyerahkan form isian adalah menunggu giliran berfoto, diambil sidik jari dan tandatangan. Biayanya 155 ribu rupiah untuk SIM A dan C


            Oiya, sebaiknya sebelum sampai ke lokasi layanan SIMLING kita mempersiapkan dulu persyaratan-persyaratannya karena jika belum difotokopi misalnya, terpaksa harus keluar antrian dan tempat fotokopinya lumayan jauh. Berkas-berkas yang perlu disiapkan adalah sebagai berikut :
-          SIM lama asli dan fotokopi
-          E-KTP asli dan fotokopi
-          Uang untuk tes Kesehatan, tes psikologi, biaya pembuatan.


            Total waktu hingga SIM selesai adalah sekitar 2 jam. Cukup mudah dan biaya sesuai yang tertera. Namun sekali lagi, layanan SIM keliling malam hari hanya diadakan khusus di hari Sabtu malam alias malam Minggu. Bagi yang berlokasi di Bantul juga diadakan layanan SIM malam minggu di depan Polres Bantul. Untuk wilayah Pengajuan di hari dan jam kerja bisa dilakukan di antaranya di Jogja City Mall, Ramai Mall, di depan Puro Pakualaman atau Polres Patuk. Di Wilayah Bantul ada layanan SIMANTUL WANGI atau SIM Bantul Awan lan Bengi dan ada pula layanan SIMMADE (SIM Masuk Desa)


Layanan SIMAMI di Alun-alun Kidul cukup menyenangkan karena para pemohon  bisa mengusir jenuh mengantri dengan menikmati suasana malam Minggu yang meriah di Alun-alun Kidul. Bahkan suasana pandemi Covid pun tak terasa di sini. Banyak masyarakat yang membawa keluarganya bersantai lesehan di alun-alun. Selain aneka makanan yang dijajakan, juga banyak penjual mainan anak dan mobil kayuh berlampu yang menyemarakkan suasana


foto dan video : pribadi


Terciptanya Mi Instan, Makanan Favorit Sejuta Umat

 

Apakah yang menjadi trending topic  di dunia maya kala musim hujan tiba? Coba cek instastory, status WA atau cuitan di Twitter. Selain kenangan dan genangan, topik yang dibicarakan pastinya adalah mi instan. Lezatnya mi rebus dengan butiran-butiran  bakso sapi, telur, sawi, dan tak lupa irisan cabe rawit…hmmm benar-benar kenikmatan yang hakiki untuk menyambut keceriaan gerimis di luar.


Pernahkah terbayang bahwa mi instan diciptakan karena rasa iba? Jika mi berawal dari China, maka mi instan bermula ketika Jepang mengalami krisis setelah Perang Dunia kedua. Setelah kalah perang, Jepang mengalami kekurangan pangan. Makanan “wajib” pada masa itu selain nasi adalah mi.  Bantuan makanan  yang diberikan oleh Amerika ke Jepang pun berupa tepung terigu. Makanan yang menyerap tepung dalam jumlah banyak, salah satunya adalah mi. Maka diproduksilah mi dalam jumlah besar untuk mengatasi kelaparan. Saat itu mi ramen berkuah adalah salah satu makanan andalan.

Karena krisis ini pula, rakyat Jepang harus mengantre untuk mendapat makanan. Antrean panjang terjadi disebabkan banyak yang membutuhkan  dan lamanya proses penyajian semangkuk ramen berkuah. Wajah mereka yang kelelahan karena lamanya pembuatan ramen, membuat iba seorang pengusaha bernama Ando.  Pengusaha bernama lengkap Momofuku Ando berpikir menciptakan makanan yang  mengenyangkan,  tahan lama  namun praktis. Jenis makanan ini harus mudah didistribusikan ke daerah-daerah pelosok sehingga masyarakat yang kelaparan bisa cepat tertolong. Dan terutama harus berbahan dasar tepung terigu, sesuai dengan ketersediaan bahan baku. Dari sinilah terbersit ide membuat  mi ramen cepat saji.

Chicken Ramen adalah ramen instan pertama yang diciptakan oleh Momofuku Ando. Mi yang berbumbu dan dikukus kemudian didehidrasi dalam minyak panas. Ramen ciptaan Onda ini bahkan disebut-sebut magic. Bagaimana tidak,hanya dengan menyeduh ramen kering dengan air panas, ramen siap disajikan dalam waktu hanya 2 menit. Penemuan ini disambut hangat dan langsung menjadi favorit banyak orang.

Pada mulanya ramen instan dibuat tanpa tambahan bumbu. Namun karena permintaan pelanggan yang menginginkan rasa yang lebih kuat, maka ditambahkan bumbu penyedap dalam ramen instan tersebut. Sejak saat itu, mi instan dibuat secara massal. Setelah Ando, banyak bermunculan produsen mi instan lain di Jepang yang kemudian mengekspornya ke seluruh dunia. Pada tahun 1970-an, mi instan sangat populer dan merevolusi industri makanan olahan.

Perkembangan mie instan makin meningkat dengan adanya inovasi  mi dalam cup. Walaupun menimbulkan kontroversi karena kemasan styrofoam diduga berbahaya bagi kesehatan, faktanya mi dalam cup ini banyak peminatnya. Selain kemasan, rasa mi instant juga mengalami perkembangan. Bukan hanya rasa ayam atau mi goreng konvensional, namun kini ada beragam varian rasa mi instan. Sebut saja sambal matah, sambal goreng, rendang, soto, bahkan rasa teh hijau pun ada.

Walaupun banyak diberitakan efek samping mengkonsumsi mi instan, namun tetap saja peminatnya semakin bertambah.  Tak dipungkiri, mi instan mengandung kalori dan natrium yang tinggi. Kalori mi instan bahkan di atas seporsi nasi atau kentang. Berlebihnya kalori dalam tubuh bisa memicu kegemukan. Natrium yang terdapat dalam bumbu adalah zat yang dapat meningkatkan tekanan darah. Jika dikonsumsi berlebih, mampu memicu hipertensi.  Di dalam mi instan juga terkandung unsur karbohidrat sederhana yang menyebabkan peningkatan gula darah secara cepat. Inilah yang berpotensi menimbulkan penyakit diabetes mellitus.  Belum lagi kandungan zat pengawet dan MSG-nya. Namun, semua itu akan berpotensi membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Walaupun dicinta sekaligus dibenci, keberadaan mi instan tak bisa dilepaskan dalam keseharian masyarakat Indonesia. Tengoklah sekeliling kita, menjamur warmindo alias warung makan indomi. Aneka tempat makan kekinian pun berlomba menyajikan hidangan berbahan dasar mi instan namun dengan aneka variasi, mulai dari  keju, kornet, sosis, baso, ayam geprek, ayam katsu, daging sapi dan lain sebagainya. Bahkan bahan makanan yang satu ini selalu hadir dalam paket sembilan bahan pokok terutama yang didistribusikan ke wilayah yang tertimpa bencana. Hal ini disebabkan karena mi instan praktis, mengenyangkan, awet dan harganya terjangkau.

Membaca selera konsumen yang menginginkan mi instan yang lebih bersahabat bagi kesehatan kini telah beredar mi “sehat” yang diklaim tanpa menggunakan pengawet, pewarna dan MSG. Walaupun harganya cenderung lebih mahal daripada mi biasa, mi sehat ini memiliki konsumen tersendiri yang cukup loyal. Nah, sekarang pilihan di tangan konsumen kan? Selamat makan mi instan sambil menikmati irama musim hujan!

Sumber : klikdokter.com, kompas.com

Foto : Freepik.com

Menyelusur Sejarah Panjang Gudeg, Ikon Kuliner Yogyakarta



    Pada abad ke-15 Panembahan Senopati bermaksud membangun kerajaan Mataram Islam di areal  hutan yang dikenal dengan nama Alas Mentaok. Wilayah hutan belantara yang kelak dikenal sebagai Yogyakarta ini memiliki banyak pohon nangka dan pohon kelapa.  Banyak buah nangka terutama yang muda, tersia-siakan sehingga mereka memikirkan cara bagaimana pemanfaatan buah-buah tersebut.   

    Kemudian para pekerja menemukan bahwa buah nangka yang masih muda ternyata sudah bisa diolah menjadi sayur dan enak rasanya. Jika nangka yang sudah masak berwarna kuning, berbau harum dan manis rasanya, buah yang masih muda berwarna pucat dan tanpa rasa. Untuk mengolah buah nangka yang hambar, ditambahkan bermacam-macam bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, garam, gula, dan santan. Saat itu sayur dimasak dalam jumlah besar untuk memenuhi ransum para pekerja. Supaya mempermudah proses memasaknya digunakan kuali besar dan pengaduk seperti dayung kecil. Agar santan tidak pecah dan bumbu meresap sempurna, sayur diaduk-aduk terus dalam api kecil. Dari asal kata mengaduk, atau dalam bahasa Jawa disebut hangudek atau hangudeg, terciptalah nama gudeg. Sejarah menceritakan santap bersama Panembahan Senopati bersama para prajurit dan para pekerja dengan hidangan yang sama yaitu gudeg.


Kerajaan Mataram Islam yang didirikan Panembahan Senopati ini kelak terbagi menjadi kerajaan besar yaitu Yogyakarta dan Surakarta dengan dua wilayah khusus Mangkunegaran dan Pakualaman. Hal ini menyebabkan gudeg tidak hanya lekat dengan Yogyakarta namun menyebar pula ke Surakarta. Serat Centhini (1814-1823) yang notabene adalah karya barisan pujangga Surakarta menceritakan penyebaran gudeg ke wilayah Surakarta. Secuplik cerita di meja makan ketika Cebolang dan para santri lelana bertandang ke Wonogiri dan Tembayat, hidangan yang tersaji salah satunya adalah gudeg. 


Serat Jatno Hisworo lebih detail menggambarkan bahwa gudeg menjadi santapan penguasa kesultanan beserta para bawahannya. Diriwayatkan, Paku Buwana IX (1861-1893) memborong nasi gudeg plus nasi liwet yang diolah para bakul dari Baki, Sukoharjo. Hidangan ini disajikan untuk santapan para niyaga (pemain karawitan) yang menghibur keluarga kerajaan dengan pergelaran karawitan semalam suntuk.
sumber : https://tirto.id/


    Seiring dengan penyebaran gudeg, terjadi pula perubahan rasa sesuai kekhas-an daerah masing-masing. Gudeg Yogyakarta dikenal lebih kental dan  merah karena penambahan daun jati dan lebih manis. Gudeg Solo santannya agak kental dan lebih putih. 
Selengkapnya di :https://news.detik.com/


Selain berbahan dasar nangka muda atau gori, bunga kelapa atau manggar pun terkenal sebagai bahan gudeg yang lezat. Namun gudeg manggar agak sulit ditemukan karena memang bahan bakunya lebih susah didapat. 

Sebagai pelengkap hidangan gudeg adalah sambel goreng krecek, tahu, tempe, telur dan ayam yang dimasak dalam bumbu bersantan, sayur daun papaya dan areh santan yang kental dan gurih. Krecek sendiri adalah kerupuk yang terbuat dari  kulit sapi, kering mengembang ketika mentah dan bertekstur sedikit kenyal saat dimasak dengan bumbu sambal goreng. Selain daging ayam, beberapa penyaji gudeg juga menambahkan ceker atau kaki ayam yang kesemuanya dimasak sedemikian empuk dan berbumbu dengan santan yang mlekoh, alias bersantan, gurih, pekat, creamy, umami. Bahasa Jawa memang kaya dengan istilah singkat yang menjadi panjang ketika ditafsirkan. Gudeg ceker dan gudeg manggar bahkan memiliki fanbase atau penggemar tersendiri. Sensasi makan dengan tangan sambil nglamuti ceker yang berlumur bumbu memang tiada duanya.
Baca juga :http://www.cahayanovi.com

    Saking banyaknya penjual gudeg di Yogya, bahkan ada kampung gudeg di daerah Wijilan menjadikan makanan ini ikonik. Tak pelak lagi julukan Kota Gudeg tersemat bagi Yogyakarta. Inovasi dilakukan oleh para penjaja gudeg untuk menarik pembeli di antaranya gudeg mercon dengan penambahan krecek ekstra pedas, ataupun gudeg kering yang awet sehingga cocok untuk oleh-oleh. Pengemasan gudeg biasanya menggunakan kardus atau besek, yaitu kotak dari anyaman bambu ataupun kendil dari tanah liat. Bahkan telah tersedia pula gudeg dalam kaleng yang bisa tahan lama hingga berbulan-bulan. Gudeg kaleng dirintis oleh Gudeg Bu Tjitro 1925 dan kini telah banyak dipasarkan di berbagai wilayah.

 
Ada filosofi kesabaran yang terkandung dalam gudeg yakni dari lamanya proses pembuatan hingga beraneka ragam rempah yang digunakan di dalamnya. Untuk menghasilkan gudeg yang legit dan mantap rasanya, nangka muda dicuci bersih kemudian direbus selama kurang lebih 1 jam agar empuk dan hilang getahnya. Setelah melalui proses perebusan pertama, nangka muda masih direbus lagi dalam air berbumbu. Proses perebusan menggunakan api kecil atau sedang dan harus telaten diaduk-aduk agar santan tidak pecah. Di tahap inilah diperlukan kesabaran karena memasak gudeg  memakan waktu yang cukup lama apalagi jika menginginkan gudeg kering.


Sejak dulu hingga kini, gudeg tetap eksis dan dicari. Bukan saja karena rasanya yang enak dan mengenyangkan namun karena makanan ini telah menjadi budaya yang terus menerus dilestarikan






7 Makanan Khas Timur Tengah yang Populer di Indonesia

Pernah mencicipi kebab atau shawarma? Yang pertama terlintas di kepala saat mendengar nama makanan tersebut adalah daging lezat yang dibungkus roti tortilla kemudian dipanggang hingga kecoklatan dengan aroma mentega yang harum… Hmmm, enaknyaa…Selain kebab dan shawarma masih ada beberapa hidangan khas Timur Tengah yang popular di Indonesia. Yuk, kita cari tahu! 1. Kebab Asal mula kebab adalah dari Persia. Pada abad ke-8 kebab dibawa oleh Persia ke Timur Tengah. Baru kemudian di abad 16 tentara Turki memperkenalkannya ke seluruh dunia. Kata kebab berasal dari diksi Persia “kabab” yang berarti daging yang ditusuk. Daging untuk kebab memang memiliki ciri khas dalam proses memasaknya yaitu daging yang telah dibumbui ditumpuk-tumpuk vertical kemudian dipanggang secara memutar. Dari sinilah berasal istilah kebab doner yang berasal dari bahasa Turki “memutar”. Adapula istilah shis kebab bila daging ditusuk dengan alat sejenis pedang. Daging yang telah matang diiris dari pinggir gulungan dan disajikan dengan tortilla bersama sayuran dan saus pelengkap. Biasanya kebab yang telah dibungkus kulit tortilla ini akan dipanggang sebentar di atas wajan anti lengket sesaat sebelum penyajian. 2. Shawarma Tak berbeda jauh dengan kebab, shawarma terbungkus kulit tortilla juga. Namun beda pada isi dagingnya. Umumnya kebab terbuat dari daging sapi atau kambing, shawarma terbuat dari daging ayam. Selain itu saus dalam shawarma dinamakan saus Tahini, rasanya khas dan unik. Chef Salimos dalam chanel YouTubenya pernah membuat saus Tahini versi “mudah”, berbahan dasar biji wijen yang diblender dan berbagai bumbu. Daging pada kebab dan shawarma sama-sama memiliki rasa yang “kaya” karena dibumbui dengan rempah-rempah sebagaimana ciri khas masakan Timur Tengah.
Shawarma DNayo Yogya (foto koleksi pribadi) 3. Nasi Kebuli Nasi kebuli adalah nasi yang dimasak dengan susu kambing atau susu sapi dan bumbu rempah-rempah, dicampur dengan potongan daging kambing atau sapi. Rasanya gurih dan berbumbu. Disajikan dengan acar dan lauk olahan daging. Namun ada pula yang menyajikan dengan variasi kerupuk atau telur rebus. Enak dan mengenyangkan. Tak heran makanan ini banyak penggemarnya di Indonesia yang makanan utamanya adalah nasi. 4. Nasi Mandhi Mirip dengan nasi kebuli namun dengan bumbu yang lebih ringan. Penyajiannya pun berbeda karena pada nasi mandhi ditambahkan potongan kurma atau kismis 5. Samosa Makanan ini umumya berbentuk segitiga. Kulitnya mirip martabak ataupun kue pastel. Isi samosa biasanya adalah daging , kentang rebus, bawang Bombay dan dimasak dengan bumbu kari yang lezat. Samosa kemudian digoreng dan siap dihidangkan beserta saos cocolan. 6. Roti Maryam Di masa pandemi ini roti maryam ikut naik daun karena selain bisa dijual dalam bentuk beku, roti maryam juga mudah divariasikan dengan toping yang beraneka macam. Terbuat dari terigu, tekstur roti maryam empuk dan sedikit renyah. Topingnya kini bervariasi, ada roti maryam coklat, teh hijau, blueberry, ataupun versi aslinya yaitu gurih sedikit plain. Karena di daerah asalnya roti maryam biasa disantap bersama kari kambing. 7. Baklava Konon baklava adalah makanan orang-orang kaya. Pembuatannya yang rumit dan rasanya yang eksotis membuat hidangan ini disajikan pada acara-acara penting saja. Namun kini baklava telah dijajakan secara umum dan mudah didapat. Baklava dibuat dari lapisan roti tidak beragi yang sangat tipis sehingga rasanya renyah dan berisi aneka kacang-kacangan seperti almond, kenari, dan pistachio yang dibumbui manis, disiram dengan mentega dan sesaat setelah dipanggang akan disiram dengan sirup manis dari campuran lemon, madu, dan kayu manis. Hidangan khas Timur Tengah pada umumnya mudah diterima di Indonesia karena masyarakat kita pun gemar memasak menggunakan aneka rempah sehingga menghasilkan masakan yang kaya rasa. Yang mana favorit Anda? Yuk, cobain