Yuk,Masak Timlo, Kuliner Khas Solo yang Legendaris

 

    Ketika duduk di bangku SMA, saya merantau ke Solo. Jarak kampung halaman di Boyolali dengan sekolah saya, yaitu SMA 1 Surakarta, sekitar 26 kilometer.  Angkutan umum untuk menuju ke sekolah pada tahun 90-an tidak mudah, harus ganti bis 2 kali. Maka saat itu saya memutuskan untuk kos di seputaran Kepatihan Kulon.


    Saya sekelas dengan anak Jakarta tetapi tinggal bersama neneknya di lingkungan dalam beteng keraton Solo. Teman inilah yang suatu hari menanyakan pada saya, “Sudah pernah makan timlo?” Menurutnya timlo identik dengan Solo. Timlo adalah kuliner andalan kota Solo yang terkenal enak dan dia sangat heran dengan saya karena belum pernah sama sekali mencicipinya.


    Dari situlah awal pertemuan saya dengan timlo di warung Timlo Sastro, pojokan Pasar Gede. Timlo Sastro bisa jadi andalan kuliner timlo di Solo, karena berdiri sejak tahun 1958 dan tidak banyak mengalami perubahan rasa. Tetap enak dan “ngangeni” hingga kini. Tidak salah apabila timlo menjadi kuliner andalan Solo karena selain rasanya yang enak dan  bisa dinikmati segala usia, masakan ini tampilannya menarik dan unik. Oke, mari sini saya gambarkan tentang Timlo Solo :


kehangatan dalam semangkuk timlo (foto dokumen pribadi)


    Dalam semangkuk Timlo, ada irisan daging ayam rebus, potongan ati dan ampela goreng,  pindang telur ayam yang kecapnya murah hati sehingga benar-benar coklat hingga ke dalam, beberapa iris sosis solo, jamur kuping, wortel,  soun, dan keripik kentang.
    Semuanya diguyur dengan kuah yang ngaldu sekali, sangat gurih namun ringan dan segar. Mirip kuah sop, namun lebih terasa jahenya. Tidak neg karena tanpa santan. Biasa dinikmati dengan nasi putih, emping goreng, sambal kecap dan sedikit kucuran jeruk nipis. Hmmm..terbayang nikmatnya disantap hangat-hangat. Sosis solo yang dipakai di sini biasanya sosis kosong alias tanpa isian, jadi mirip telur gulung.


                Dosen Sejarah Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Heri Priyatmoko, memastikan bahwa Timlo adalah hasil berkembangnya Sup Kimlo asal Tionghoa. Kimlo adalah hidangan berkuah asal Cina, berkembang menjadi Sup Kimlo di Jawa Timur dan Jawa Tengah, terutama di Kawasan Pecinan.


Dalam buku Indrukken van een totok (1897) yang memuat pengalaman kuliner seorang wisatawan Belanda bernama Justus Van Meurich pada tahun 1800-an, diungkapkan bahwa pada masa itu beredar pedagang keliling menggunakan pikulan, menjajakan sop Cina yang sangat populer. Sop ini dikenal dengan nama Kimlo, dinikmati dalam mangkuk porselen kecil-kecil, dimana pembeli menikmatinya sambil berjongkok mengelilingi sang penjual.


Sebuah buku resep masakan berjudul Poetri Dapoer (1941) yang disusun oleh wanita Tionghoa bernama Lie Hiang Hwa (Penerbit Chen Company) Solo juga memuat tentang timlo, yakni panduan cara memasak Sup Kimlo dengan wajan. Bahan-bahan yang digunakan antara lain bawang merah, daging, garam, kecap, air, soun, japur kuping, kincam, udang basah, kentang, dan kubis. (Republika.co.id).


Menilik dari asal muasalnya, tidak heran jika timlo berkembang dari sudut pasar Gede yang banyak dikelilingi pemukiman Tionghoa. Bahkan sempat memberi tekanan bagi penjualnya pada masa Orde Baru. Sebagaimana tahu dan tempe yang telah menyusuri jalan panjang sejarah, timlo juga melewati gempuran zaman, dan  berhasil menjadi makanan ikonik yang digemari para pelancong. Mengganti hurup K pada kimlo, menjadi timlo yang lebih mudah pelafalannya, serta mengubah resep asli yang mengandung daging babi dengan daging ayam, menjadikan timlo bisa diterima semua kalangan. Rasanya kurang afdol jika berkunjung ke Solo tanpa menikmati timlo.

baca juga : http://www.cahayanovi.com/2020/09/wedangtahu-pasar-kranggan-jajanan-jadul.html


Dalam keluarga kami ada tradisi menyajikan timlo setiap lebaran. Biasanya kami mengadakan jamuan makan bagi para saudara dan tamu. Selalu ada Timlo segar untuk mendampingi opor dan sambal goreng yang merupakan "hidangan wajib" lebaran.  


 Isian timlo disiapkan dalam mangkuk kecil-kecil dengan kuah terpisah. Para tamu tinggal menambahkan kuah yang selalu panas di atas kompor parafin ke dalam mangkuk mereka masing-masing. Hidangan ini paling cepat habis dibandingkan ketupat dan segala pelengkapnya. Ibu begitu piawai mengolah sehingga timlo buatan beliau menjadi favorit seluruh keluarga besar.

Berikut resep timlo :

Kaldu

Bahan :

·         1 ekor ayam kampung

·         4 liter air

·         1 butir bawang Bombay ukuran sedang

·         8 siung bawang putih cincang kasar

·         3 cm jahe

·         1 bungkus kaldu blok (saya menggunakan merk Maggie blok/knorr)

·         Merica

·         Pala

·         Gula,garam, penyedap rasa secukupnya

Cara Membuat

Rebus ayam dengan api kecil hingga air agak menyusut dan kaldu keluar.

Tumis bawang Bombay,bawang putih, jahe, masukkan ke rebusan ayam. Tambahkan pala, merica, gula, garam, kaldu blok, dan penyedap. Tunggu hingga mendidih beberapa lama. Sisihkan ayamnya untuk isian timlo. Koreksi rasa, dan kuah timlo telah siap pakai.

kaldu timlo, bisa disaring dulu sebelum dihidangkan (foto dokumen pribadi)


Isian

isian timlo lengkap tanpa bunga sedap malam (foto dokumen pribadi)


·      Wortel iris bulat tipis, rebus.

·         Jamur kuping rebus, iris sedang

·         Soun direndam air hangat hingga empuk

·         Keripik kentang (bisa beli jadi atau iris kentang tipis-tipis kemudian digoreng kering)

·         Telur pindang coklat (telur rebus yang dimasak dengan bumbu bawang, garam,kecap dan merica hingga telur berwarna kecoklatan)

telur pindang coklat (dokumen pribadi)



·         Ati ayam direbus dengan sedikit garam, kemudian digoreng. Daging ayam dari rebusan kuah dipotong dadu

·         Sosis solo tanpa isi (dari 2 telur,100 gram tepung, dan air secukupnya)

adonan telur,tepung, dan air didadar dengan wajan teflon (foto dokumen pribadi)


digulung setelah didadar (foto dokumen pribadi)

sosis siap dipakai untuk pelengkap timlo (foto dokumen pribadi)

·         Bunga sedap malam kering, direbus (optional)

 

Penyajian

    Tata semua bahan isi di dalam mangkok, siram dengan kuah timlo panas-panas. Timlo yang lezat sudah siap disantap.





Nah, mudah kan, cara membuatnya. Silakan dicoba. Mumpung masih dalam suasana lebaran, bisa jadi alternatif sajian yang menyegarkan setelah serbuan semua yang serba santan seperti opor, sambal goreng, rendang, dan teman-temannya.


artikel ini dibuat untuk memenuhi tantangan Pasukan Blogger Joeragan Artikel bulan (Mei) 2021, tema “Resep Masakan”

 

Taqabalallahu minna waminkum, taqabal yaa kariim

Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.





Boyolali, 23 Mei 2021


Cahaya Novianti























 


Memanfaatkan Peluang di Tengah Pandemi

 

Mencari peluang di tengah bencana, adalah cara bertahan hidup  yang alami. Apalagi dengan adanya pandemi panjang seperti yang terjadi saat ini. Peluang yang sudah ditemukan tidak akan memberi manfaat apapun kecuali dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

Bagaimana cara memanfaatkan peluang yang ada di tengah pandemi? Memanfaatkan peluang di sini tidak semata harus bernilai ekonomis. Tidak semua orang harus jualan. Berikut  beberapa hal kecil yang mungkin berguna.


Lebih Banyak Waktu untuk Rumah


sumber : pixabay




               Masa kuncitara atau istilah asingnya lockdown memang tidak menyenangkan. Tidak bebas pergi kemana pun yang kita mau. Ada syarat-syarat dan protokol kesehatan ketat yang harus ditaati. Dengan adanya pembatasan ini, ada peluang yang bisa dimanfaatkan, di antaranya adalah waktu. Waktu luang yang biasa dihabiskan dengan bepergian, bisa dimanfaatkan misalnya untuk lebih memperhatikan kondisi rumah. Biasanya jika akhir pekan tiba,kita sibuk berkemas untuk jalan-jalan. Kapan lagi bisa meluangkan waktu untuk lebih memperhatikan isi rumah kita? Memilah perabotan, menyusun koleksi majalah atau novel-novel lama, menyisihkan pakaian pantas pakai untuk disumbangkan, dan banyak lagi hal-hal kecil dalam rumah yang terkadang luput dari perhatian karena kurangnya waktu.


Guru Privat bagi Anak

sumber : pixabay


               Pembelajaran jarak jauh membuat fungsi guru di sekolah sebagian besar berpindah pada orang tua. Mau tidak mau orang tua harus terlibat dalam KBDR ini.  Untuk anak saya yang sudah menginjak bangku SMA, biasanya saya hanya berfungsi sebagai penyedia bekal, penyedia uang saku, dan hanya sesekali mendengar cerita-ceritanya tentang sekolah atau teman-temannya.  Tetapi dengan adanya KBDR, saya bisa tahu lebih banyak tentang kegiatan sekolahnya. Bahkan bisa tahu suasana kelasnya melalui zoom. Iya, sesekali saya ikut mendengarkan zoom atau google meet kelasnya.  Anak saya yang biasanya “gaul” dan banyak kegiatan di luar, memiliki lebih banyak waktu bermain dengan adiknya yang masih SD.


Untuk anak yang masih sekolah dasar, akan lebih banyak lagi pendampingan yang harus dilakukan. Positifnya adalah kita bisa tahu secara langsung  perkembangan anak. Bagaimana cara dia menyimak materi yang diberikan guru. Mengajari cara menulis yang lebih rapi, bersama-sama membuat prakarya, dan yang paling seru menurut saya adalah membuat video tugas. 

Tugas yang diberikan guru memang sengaja harus melibatkan anggota keluarga. Saya selalu senang jika ada kegiatan membantu tugas rumah tangga. Anak bisa dilatih menyapu, menjemur baju, dan memasak. Aktivitas ini selain melatih tanggung jawab anak, juga mendidik kemandirian dan ketrampilan dasar dalam kehidupan.


Inilah yang saya  sebut sisi positif dari pandemi. Satu anak memiliki satu guru. Anak seolah memiliki guru privat. Meskipun harus ada yang dikorbankan yaitu waktu orang tua. Tapi demi pendidikan anak, demi membentuk kenangan manis dengan orang tuanya saat KBDR,  apa yang memberatkan kita?

 

Mengembangkan Potensi Diri

sumber :pixabay


            Mungkin selama ini kita tak sempat memikirkan potensi diri yang tersimpan. Entah karena kesibukan atau hal lain. Justru di saat pandemi ini, di sosial media banyak penawaran untuk aneka ragam kursus jarak jauh. Tanpa perlu menghabiskan waktu di perjalanan, kita bisa belajar sesuai minat. Semenjak pandemi, saya pribadi mengikuti kursus menulis online. Sesuai hobi saya.  Dari kursus ini saya jadi bisa berkenalan dengan banyak perempuan dengan kesukaan yang sama, yaitu menulis. Dari kursus menulis berlanjut ke pembuatan blog. Hingga mempercantik dan mengoptimalkan blog.  Beruntung sekali karena bisa menambah jejaring sosial dan sekaligus meraup ilmu. 

baca juga : 5 Cara Meningkatkan Potensi Diri untuk Hidup Lebih Sukses

 

Peluang Menebar Kebaikan


sumber : liputan 6.com


            Semenjak pandemi, banyak digalakkan lumbung sosial, terutama di pedesaan. Seperti yang dilakukan beberapa wilayah di Yogyakarta. Sebut saja Lumbung Rejodani di Yogyakarta, dimana warga menggantungkan plastik-plastik berisi sembako yang bebas diambil oleh siapapun yang membutuhkan. Atau Dapur Musafir di Jawa Barat. Di Dapur Musafir, pemrakarsanya adalah seniman. Seperti kita tahu, banyak seniman yang terkena imbas pandemi ini, dan mereka kompak untuk saling dukung dan menguatkan.

            Berangkat dari ide yang sama, seorang ibu di  Kelurahan Jajar, Laweyan Solo juga melaksanakan pembagian bahan masak mentah kepada tetangga sekitar. Namun untuk menghindari kerumunan, bahan masakan ini diantar dari rumah ke rumah. Proses pengantarannya pun diatur, misalnya minggu ini untuk warga RT 1, maka minggu berikutnya sumbangan diberikan ke RT 2, dan seterusnya.


 Ide saling berbagi lahir dari keprihatinan warga karena masa pandemi  yang panjang ini menyebabkan goncangnya perekonomian masyarakat. Keterbatasan mobilitas dan banyaknya pemutusan hubungan kerja mengakibatkan daya beli menurun.  Bagi mereka yang mampu, akan bersedekah bahan masakan atau sembako, dan bagi yang membutuhkan, bisa mengambil dari rak tersebut dengan cuma-cuma. Kelihatannya sederhana, namun inilah pengejawantahan gotong royong yang sebenarnya.  Warga saling menguatkan, siaga menghadapi bencana, baik bencana kesehatan, maupun imbasnya yaitu bencana ekonomi.

 

Mulailah melihat ke sekeliling. Banyak hal baik yang bisa dilakukan, banyak peluang terbuka lebar,  selain mengeluhkan pandemi berkepanjangan.

Yuk, bisa yuk!



Tulisan ini Diikutsertakan dalam 30 Days Writing Challenge Sahabat Hosting

5 Cara Meningkatkan Potensi Diri untuk Hidup Lebih Sukses

 

“Tuntutlah ilmu mulai dari buaian hingga ke liang lahat”


                Dari kalimat tersebut jelas tersirat bahwa tidak ada batasan umur dalam mencari ilmu. Ilmu adalah suatu anugrah, tanda kebesaran Allah dan mendapatkan banyak limpahan berkah bagi mereka yang tak putus mencari ilmu.

 

                Bertambahnya ilmu akan meningkatkan potensi diri. Kita tak pernah tahu apa sesungguhnya bakat yang terpendam dalam diri kecuali ada pemicu atau ada upaya untuk menggalinya. Siapa sangka seorang penjual Ayam Kremes di Malioboro, misalnya, sebenarnya berbakat menjadi penyanyi kelas festival? Potensi menyanyinya tak akan tereksploitasi dengan maksimal jika ia tak pernah menunjukkan kebolehannya bernyanyi di muka umum.


Seorang Chef Juna tidak akan bisa menjadi Master Chef terkenal jika dia tidak meningkatkan potensi dirinya sebagai seorang server (pelayan) menjadi seorang chef.  Dari podcast di channel YouTube Dedy Corbuzier bisa kita ambil pelajaran bahwa jalan hidup Chef Juna begitu berliku dan pada awalnya bahkan jauh sekali dari dunia kuliner.


Merantau ke Amerika seorang diri demi cita-cita menjadi pilot. Krisis ekonomi membuat keuangan keluarganya kacau dan Juna muda banting setir menjadi pelayan restoran demi bertahan hidup. Karena dia menunjukkan performa kerja yang baik, Chef Masternya pada saat itu menawarkan untuk mendidiknya secara langsung.


Di sinilah titik balik perjalanan  Chef Juna di dunia makanan. Tidak puas sampai di situ, Chef Juna terus berusaha mengembangkan potensi dirinya dengan belajar terminology dunia dapur dari perpustakaan umum yang buka 24 jam. Tanpa menempuh Pendidikan kuliner secara formal, Chef Juna bisa menjadi Chef secara otodidak.


                Cerita singkat tentang Chef Juna di atas adalah gambaran  betapa gabungan antara keberuntungan, kekuatan niat dan kesungguhan belajar akan merubah nasib seseorang.

 

                Kita mengenali diri sendiri dan apa passion besar yang ingin dicapai saat ini. Jangan ragu mengambil langkah untuk menuju perbaikan. Banyak cara untuk meningkatkan potensi diri, tergantung dari  bakat dan minat masing-masing. Beberapa caranya adalah sebagai berikut :


                                             gambar dari Pixabay

 

Kenali Diri dan Tujuan dalam Hidup

Peribahasa lama mengatakan : “kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak nampak”. Begitu pula dengan mengenali diri. Kadang kita lebih pandai mensifati orang lain, tetapi tidak tahu kelemahan maupun kekurangan diri sendiri. Mengenali diri dengan baik akan membuat kita memahami juga apa tujuan dalam hidup. Canangkan  suatu cita-cita. Seperti harapan dan tujuan, cita-cita akan menjadi gairah dalam menjalani kehidupan.

 

 

Belajar Otodidak atau Berguru secara Khusus

Seperti hal nya Chef Juna. Belajar tak harus dalam suatu institusi. Banyak contoh orang sukses yang bermula dari belajar otodidak. Di mana ada kemauan maka di situlah ada jalan.  Selain belajar sendiri, keahlian bisa didapat dari pengamatan atau berguru langsung kepada sang ahli. Bukalah hati dan pikiran agar mudah menyerap ilmu baru. Rendahkan ego saat menerima ilmu. Terlalu “sok tahu” atau merasa “lebih pintar” kadang menjadi penghalang untuk mencapai kemajuan.

 

Memperluas Pertemanan

Banyak berteman akan memperluas pengetahuan. Pilihlah teman yang mampu memberi efek positif kepada kita. Potensi diri akan otomatis berkembang jika kita bergaul dengan mereka yang mau maju. Mengambil contoh dari pengalaman saya sendiri. Mulanya saya hanya senang menulis untuk diri sendiri, blog saya minimalis.  Ketika takdir mempertemukan saya dengan teman yang suka menulis, lalu diajak bergabung dengan komunitas menulis, saya menjadi  tertarik mengupgrade blog. WhatsApp grup yang saya ikuti  isinya blogger-blogger handal dan berpengalaman, otomatis mempengaruhi saya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan dalam dunia blogging.

 

Mencoba Hal Baru

 

Melakukan aktivitas yang selalu sama mulai dari matahari terbit hingga beranjak tidur mungkin menjadi membosankan. Rutinitas pada pekerjaan utama memang harus dilakukan, namun tiada salahnya jika sesekali meluangkan waktu mencoba hal baru. Mungkin dengan menemukan hobi baru yang selama ini tak terpikirkan, akan muncul potensi terpendam.

 

Niat saja Tak Cukup, Lakukan!

Sudah menemukan potensi diri dan berniat untuk mengembangkannya. Itu saja tidak cukup. Seringkali keasyikan mencoba-coba hal baru dan berniat ini-itu, hanya berhenti pada kalimat : sebenarnya saya ingin, tapi..

Jangan hanya berhenti di niat. Melakukan hal baik janganlah ditunda-tunda. Lakukan agar potensi dirimu tak sebatas pada niat.

 

Yuk, bisa yuk, menggali potensi diri untuk menjadi dirimu yang lebih dari sekarang.


Tulisan ini Diikutsertakan dalam 30 Days Writing Challenge Sahabat Hosting



Soemoer Timbo, Resto Bernuansa Klasik dengan Hidangan Unik

 

    Berlibur ke Solo tak lengkap rasanya jika tanpa kulineran. Banyak tempat makan baru di kota ini. Menawarkan berbagai hidangan. Namanya pun unik-unik. William Shakespeare boleh saja berkata, “Apalah arti sebuah nama”. Namun dalam dunia perdagangan, nama memegang fungsi penting.  Nama adalah daya tarik. Begitupun dalam dunia kuliner, resto yang memiliki nama unik bisa menarik pembeli untuk berkunjung.

                Adalah Soemoer Timbo Heritage Resto, sebuah resto bernuansa klasik di Jalan Kahuripan no 19 Surakarta. Resto ini menyajikan nuansa jadoel nan apik. Warna hijau mendominasi dengan banyaknya pepohonan alami yang rimbun.  Banyak aksesori etnik yang menjadi bagian dari dekorasi resto. Semisal sepeda dan motor tua yang antik, kursi dan meja lawasan, serta lampu-lampu gantung model lama. Tak salah jika resto ini mancantumkan “heritage” pada namanya.

    

              ada live musicnya juga, pas panggung kosong, pinjam sebentar untuk foto (IG @cahayanovi)





Lantai dua resto adalah area terbuka yang nyaman, sejuk, dan instagramable. Penamaan “soemoer timbo” diambil dari adanya sebuah sumur dan alat penimba air di area resto bagian bawah.



 foto : IG @cahayanovi


 

                Selain suasananya yang nyaman, hidangan yang disajikan juga special. Beberapa kali saya berkunjung ke sini bersama keluarga besar untuk acara makan bersama keluarga dan menjamu tamu dari luar kota. Makanan yang enak membuat keluarga kami kembali dan kembali lagi ke Soemoer Timbo.

 


Menurut saya, sajian di sini bisa mencakup segala selera. Ada aneka menu special nasi khas seperti Nasi Daun Jeruk, Nasi Liwetan Sunda, Nasi Bakar Cumi Asin, hingga Nasi Goreng. Ada yang menarik dan berbeda yakni nasi goreng yang terbuat dari nasi  jagung.

 

Pengen ngupas tentang aneka hidangan nasi, nih!

Nasi Daun Jeruk. Menu ini terdiri dari nasi putih yang dimasak dengan rempah dan daun jeruk. Rasanya gurih dan aroma daun jeruk nya segar menggoda. Dipadu dengan potongan ayam goreng, sambal matah, sayur oseng kacang Panjang, lidah cabe hijau, dan potongan telur dadar gulung. Cantik dan komplit.

nasi daun jeruk (IG @cahayanovi)


Nasi Liwetan Sunda adalah sepaket nasi liwet dalam bentuk tumpeng mini, dengan pelengkap rendang jengkol, sambal, ayam goreng, oseng kulit melinjo, dan oseng cumi asin dan jagung muda. Nikmat yang haqiqi, deh!


Nasi Bakar Cumi Asin. Diantara nasi yang beraroma harum karena dibakar dalam bungkusan daun pisang, ada potongan pete yang menyeruak tanpa malu-malu. Cumi asinnya pun tak pelit. Makin cocok dicocol sambal dan pelengkap tahu tempe goreng. Mantul!

                                                   nasi bakar cumi asin (IG @cahayanovi)

 

Kenapa yang dikupas cuma nasi? Karena beberapa kali ke sini, menu inilah yang paling banyak direquest oleh keluarga dan tamu-tamu keluarga kami.


                                                     

Menu special ikan Asin terdiri dari oseng-oseng cumi asin, teri kecombrang, balado jambal, dan lain-lain.

Menu special Solo mengedepankan hidangan andalan Selat Solo, Bakmi Goreng, Bakmi Godog, dan Dadar Sitrun.

Anak-anak yang menginginkan menu kekinian bisa dimanjakan dengan Menu Western seperti Chicken Cordon Bleu, Chicken Katsu.

Masih ada pula cemilan serupa kroket, sosis, chicken pok pok, pisang goreng, mendoan, dan lain-lain.

Minuman pun sangat bervariasi. Mulai dari aneka jus buah, blend, hingga Jamaican Blast. Bermacam varian kopi dan teh hingga jamu tradisional seperti Beras Kencur dan Gula Asem.

                                                      dessertnya istimewa kan (@IG cahayanovi)

 

                Bisa paham kan, kenapa resto ini tidak pernah sepi? Karena menunya sangat banyak, variatif dan cocok bagi lidah semua umur. Dari kakek nenek hingga para cucu, pasti menyukai.

                Salah satu sudut yang menarik adalah panggung live musik yang menghangatkan suasana mulai pukul 19.00 hingga 22.30 setiap harinya. Selain itu, Soemoer Timbo juga memiliki paket Pernikahan dan paket Ulang Tahun.

 

                Selama masa pandemi, resto Soemoer Timbo Heritage menerapkan protocol Kesehatan yang ketat. Sebelum masuk area resto pengunjung diwajibkan mencuci tangan dan diperiksa suhu tubuhnya. Hand sanitizer dan wastafel disediakan di beberapa sudut.

Seluruh pegawai resto pun telah menjalani pemeriksaan Kesehatan dan proses masak memasaknya dilakukan sesuai standar kebersihan.


Jadi, kapan dolan Solo?


Tulisan ini Diikutsertakan dalam 30 Days Writing Challenge Sahabat Hosting

Ibu Era Digital menjadi Canggih karena Gadget

 

Kemajuan zaman dan derasnya perkembangan teknologi  membuat kaum perempuan yang biasa berada di ranah domestik kini semakin merambah ranah publik.  Suatu pekerjaan atau keahlian kini tidak terkotak-kotak oleh gender.  Bahkan perempuan yang bekerja akan memiliki peran ganda, yakni mengurus rumah tangganya dan bertanggung jawab pada karir ataupun pekerjaan.


Menurut pendapat saya, peran perempuan haruslah dimulai dari pembentukan pola pikir perempuan tersebut. Mindset wanita masa kini seharusnya  bukan sebagai sekedar pendamping apalagi pelengkap. Misalnya, istri itu mitra suami. Bukan sekedar hiasan rumah tangga.  Perempuan berperan krusial dalam pembangunan. Minimal dalam bergerak dalam mendukung keluarganya. Perempuan harus berdaya. Memberdayakan diri sendiri lalu kemudian jika mampu, memberdayakan orang sekitarnya.


Era digital jika dimanfaatkan dengan tepat bisa menjadi ajang meningkatkan potensi diri. Perempuan-perempuan pemegang gadget seharusnya tidak hanya memanfaatkan kecanggihan alat ini hanya untuk sekedar chatting, foto-foto, atau update status. Alat pintar di tanganmu itu bisa mengeluarkan keajaibannya jika dikendalikan dengan tepat.


                                    gambar dari Pixabay


Ibu Pintar karena Gadget

Masa belajar dari rumah membuat anak-anak sedikit banyak tergantung pada orang tuanya. Terutama pada ibu. Apalagi untuk mereka yang masih berada di sekolah dasar. Ibu, harapan anak,harus serba bisa, serba tahu. Caranya? Buka internet.  Jangan kalah pintar dari anak, Bu. Misalnya sekolah mengharapkan memahami tentang planet. Ibu pintar akan mengisi amunisi dengan sebanyak-banyaknya membaca tentang planet. Malas membaca? Ada macam-macam video tentang planet.  Pokoknya, manfaatkan dan galilah ilmu  sebanyak-banyaknya agar anak kita tidak kecewa saat bertanya. Ingatlah, bahwa ibu adalah sekolah pertama bagi anak. Mengajarkan ilmu atau hal-hal baik pada anak, pahalanya besar.

 


Ibu Jago Masak karena Kursus Online

Kejutkan suami dan anak-anak dengan masakan a la restoran. Selain lebih sehat dan hemat, rasanya  bangga bisa menyajikan hidangan spesial untuk keluarga. Jika ada niat yang kuat, pasti ada jalan. Banyak kursus  masak online yang bisa diikuti saat ini. Tutorial memasak dari YouTube pun bisa dijadikan guru masak online. Pilih channel yang meyakinkan. Bisa dari pemilik akun, subscribernya, atau dari komentar dalam video tersebut. Karena sekarang ini banyak akun abal-abal, dengan judul click-bait, namun isi kontennya hanya asal-asalan.

Tidak sempat belajar memasak walaupun secara online, namun tetap ingin menyajikan masakan spesial untuk keluarga? Don’t worry be happy. Ada Go-Food, ada Grab- Food.  Ada pula aplikasi yang menyediakan menu masakan komplit namun dalam bentuk mentah, lengkap mulai dari bumbu hingga sayur atau dagingnya.  Jadi sudah ditakar jumlah bumbu dan bahan pelengkapnya. Minim resiko gagal dan kemungkinan besar, enak.

 


Ibu Membantu Perekonomian Keluarga

Adanya beraneka media belanja online seperti  Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Shopee, Sociola, dan banyak lagi jenisnya, menggerakkan perekenomian negara. Berapa banyak kaum perempuan yang terlibat di dalamnya? Banyak. Tak dipungkiri, perempuan suka berbelanja. Apalagi kemudahan yang ditawarkan dari belanja online ini sangatlah menggiurkan.  Tak  hanya belanja, melalui toko-toko ini, perempuan bisa menambah penghasilan keluarga dengan berjualan secara online.  

Syarat untuk berjualan online tidaklah sulit. Modalnya juga tidak sebesar membuka toko offline. Jika Anda bukanlah produsen, bisa menjadi reseller produk. Dengan keahlian perempuan dalam bersosialisasi, dia akan luwes memasarkan produk jualannya. Salah satu kelebihan perempuan adalah komunikasi. Tak heran jika menulis status WhatsApp bisa panjang lebar. Keahlian ini bisa dimanfaatkan dalam mempromosikan usahanya di media sosial.

Pernah dengar istilah ghost kitchen?  Dapur hantu alias tidak ada restonya tapi masakannya beredar hingga kemana-mana. Inilah enaknya jualan lewat media sosial.  Dengan modal foto produk yang menarik dan upload yang gencar di media sosial, produk akan dikenal dan banyak pembeli. Namun, kejujuran dan amanah tetap harus diutamakan jika ingin usaha yang langgeng.


Era digital ini membuat jangkauan kita diperluas. Dunia menjadi dekat dengan teknologi. Kemudahan itu ada dalam genggaman.

Nah, siapa bilang ibu bukan pemeran dalam era digital ini?


Tulisan ini Diikutsertakan dalam 30 Days Writing Challenge Sahabat Hosting